
Suasana di Majelis Nurul Hidayah hari itu terasa sedikit berbeda dari biasanya. Sejak pagi, para santri sudah berkumpul dengan wajah penuh antusias. Mereka duduk rapi sambil menunggu kegiatan dimulai, sesekali saling berbincang dengan rasa penasaran yang terlihat dari raut wajah mereka.
Beberapa santri bahkan ikut membantu pengurus majelis menyiapkan kegiatan. Ada yang membawa snack, ada pula yang berjalan bersama relawan sambil melirik tumpukan buku Iqro baru yang dibawa. Di balik tatapan mereka, tersimpan harapan kecil yang selama ini dinantikan.
Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Yayasan Al Huda, dilanjutkan dengan penyampaian dari pengajar majelis yang menceritakan keseharian para santri. Selama ini, anak-anak belajar mengaji dengan penuh semangat meskipun sarana yang tersedia sangat terbatas.
Buku Iqro yang digunakan sebagian sudah lama dan tidak lagi dalam kondisi yang layak. Karena itu, kehadiran buku Iqro baru menjadi kabar bahagia bagi mereka. Saat penyerahan dilakukan secara simbolis, suasana pun terasa haru.
Senyum para pengajar dan para santri seolah menyimpan rasa lega, karena kini anak-anak dapat belajar mengaji dengan buku yang lebih baik. Momen yang paling dinanti pun tiba saat distribusi Iqro dan snack kepada para santri.
Anak-anak berbaris dengan tertib di depan majelis, menerima buku Iqro baru mereka satu per satu. Ada yang langsung memeluknya erat, ada pula yang membuka halaman pertama dengan mata berbinar, seakan tak sabar untuk segera kembali belajar mengaji.
Kegiatan sederhana ini ditutup dengan ucapan terima kasih dari para santri kepada Yayasan Al Huda. Ucapan yang singkat, namun penuh doa dan rasa syukur.
Kebaikan yang telah dititipkan melalui wakaf Iqro ini kini menjadi bagian dari perjalanan belajar para santri di Majelis Nurul Hidayah. Semoga setiap huruf yang mereka baca dari buku Iqro tersebut menjadi cahaya kebaikan dan amal jariyah yang terus mengalir tanpa henti.









